Humas IAIN Parepare - Pemandangan menarik sekaligus membanggakan tampak di Masjid Al-Wasilah, Kompleks IAIN Parepare, Jumat, 12 Juni 2026. Jika biasanya pengajian kitab kuning dipandu oleh ustaz atau ustazah, kali ini salah seorang pembina mahasantri dipercaya tampil di depan mimbar untuk memimpin jalannya kajian.
Fahruddin, Pembina Mahasantri Program Takhassus Ma’had Al-Jami’ah IAIN Parepare, yang mengupas bab demi bab kitab legendaris karya Syekh al-Zarnuji, yakni Ta’lim al-Muta’allim Ila Thariq al-Ta’allum.
Kajian yang berlangsung selepas salat Magrib ini dihadiri ratusan mahasantri yang tampak antusias menyimak, mencatat, sekaligus memberi makna (mengabsahi) kitab mereka masing-masing.

Dalam pemaparannya, Fahruddin membahas pentingnya meluruskan niat dalam menuntut ilmu serta bagaimana seorang penuntut ilmu harus menghormati guru dan kitabnya.
"Ilmu itu luhur, dan ia hanya akan meresap ke dalam hati yang bersih. Kitab Ta’lim ini mengingatkan kita semua bahwa keberkahan ilmu tidak semata-mata diukur dari kecerdasan otak, melainkan dari sejauh mana adab dan takzim kita tegakkan kepada murabbi (guru)," ujarnya saat membacakan bait-bait kitab.

Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas mengaji, melainkan bagian dari program kaderisasi yang dirancang oleh pengelola UPT Ma’had Al-Jami’ah IAIN Parepare. Program ini bertujuan melatih mental, kemampuan retorika, serta kedalaman pemahaman kitab kuning para mahasantri sebelum mereka terjun ke masyarakat.
Suasana pengajian ditutup dengan sesi tanya jawab yang dinamis, membuktikan bahwa materi yang dibawakan pemateri muda tersebut mampu memantik daya kritis para mahasantri IAIN Parepare. (rhm/ayu)
di dalam Berita