Humas IAIN Parepare -- Dari pembinaan di asrama menuju pengabdian di tengah masyarakat. Itulah arah baru yang dicanangkan Ma'had Al-Jami'ah IAIN Parepare melalui penguatan tahsin Al-Qur'an dan pembinaan dakwah, sebagai upaya mencetak mahasantri yang berakhlak, kompeten, dan siap menjadi agen perubahan di masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Direktur Ma'had Al-Jami'ah IAIN Parepare, Dr. Iqbal Hasanuddin,
M.Ag., saat membuka Ma'had Award 2026 bertema "Bersama Ma'had Tumbuh dalam Akhlak, Unggul dalam Prestasi" di Gedung Kesenian IAIN Parepare, pada hari Senin (29/6/2026). Kegiatan ini dihadiri Wakil Rektor II IAIN Parepare, para dekan, jajaran pimpinan, pembina Ma'had, musyrif dan musyrifah, serta seluruh mahasantri yang akan mengikuti berbagai cabang perlombaan hingga 1 Juli 2026.
Mengawali sambutannya, Direktur Ma'had menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh pembina yang selama ini konsisten mendampingi mahasantri. Menurutnya, dedikasi para pembina telah melahirkan perubahan yang nyata, terutama dalam pembentukan akhlak mahasiswa.
"Alhamdulillah, kita dapat melihat hasil pembinaan yang dilakukan selama ini. Ada perbedaan yang cukup nyata antara mahasiswa yang tinggal di Ma'had dengan yang tidak, terutama dalam aspek akhlak. Ini merupakan buah dari kesungguhan para pembina yang setiap hari membersamai para mahasantri," ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh cabang perlombaan dalam Ma'had Award bukan sekadar ajang mencari juara, melainkan implementasi nilai fastabiqul khairat atau berlomba-lomba dalam kebaikan. Melalui kompetisi tersebut, mahasiswa didorong untuk mengembangkan potensi, melatih keberanian, membangun rasa percaya diri, sekaligus membiasakan diri memberikan kontribusi terbaik bagi lingkungan.
Pada kesempatan itu, Dr. Iqbal juga memaparkan sejumlah program prioritas Ma'had Al-Jami'ah. Salah satunya ialah penguatan kemampuan membaca Al-Qur'an melalui sertifikasi tahsin yang direncanakan menjadi salah satu persyaratan bagi mahasiswa penerima beasiswa. Menurutnya, sertifikasi tersebut akan menjadi standar kompetensi dasar sekaligus memastikan setiap mahasiswa memiliki kemampuan membaca Al-Qur'an dengan baik.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil forum pengelola Ma'had Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), penguatan peran Ma'had menjadi agenda strategis nasional karena terbukti memberikan dampak signifikan terhadap pembinaan karakter mahasiswa. Berangkat dari hasil forum tersebut, Ma'had Al-Jami'ah IAIN Parepare akan memperluas orientasi pembinaan dengan melahirkan mahasiswa yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur'an, tetapi juga mampu mengajarkannya kepada masyarakat.
Program tersebut akan disinergikan dengan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Melalui koordinasi bersama LP2M, setiap posko KKN diharapkan memiliki mahasiswa yang siap menjadi imam salat, menyampaikan ceramah, sekaligus membimbing masyarakat dalam pembelajaran Al-Qur'an.
"Kita ingin lulusan Ma'had hadir sebagai duta-duta dakwah yang membawa manfaat. Ketika mereka turun ke desa melalui KKN, mereka tidak hanya menjalankan program pengabdian, tetapi juga mampu menjadi imam, berdakwah, dan mengajarkan Al-Qur'an kepada masyarakat," tegasnya.
Bagi Dr. Iqbal Hasanuddin, pembinaan di Ma'had merupakan investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang berintegritas. Melalui Awar Ma'had 2026, ia berharap lahir generasi mahasantri yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia, kepedulian sosial, serta kesiapan menjadi agen perubahan yang memberi manfaat bagi umat, bangsa, dan negara.
Penulis : Tasrif
Editor : Sri Rahayu